Saturday, October 25, 2008

Berinteraksi dengan Al Qur'an

"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." ( Al Kahfi: 1-3)

Salawat serta salam bagi Nabi yang mu'jizatnya Al Qur'an, imamnya Al Qur'an, akhlaqnya Al Qur'an, dan penghias dadanya, cahaya hatinya juga penghilang kesedihannya adalah Al Qur'an: Nabi Muhammad bin Abdullah, dan keluarganya serta para sahabatnya, yang beriman dengannya, mendukung dan membantunya, serta mengikuti cahaya yang diturunkan kepadaanya, mereka adalah orang-orang yang beruntung, dan seluruh orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.

Amma ba'du:

Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-- dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Rabb kita juga, telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. Sesuai firman Allah SWT:

"Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10).

Kitalah, kaum muslimin, satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik, yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir, yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. Karena Allah SWT. telah menjamin untuk memeliharanya, dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya:

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al Hijr: 9).

Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu." (Huud: 1)

"Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji." ( Fush-shilat: 41-42)

Tidak ada di dunia ini, suatu kitab, baik itu kitab agama atau kitab biasa, yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan, kecuali Al Qur'an. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya.

Ayat-ayatnya dibaca, didengarkan, dihapal dan dijelaskan, sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw, dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril).

Al Quran berisikan seratus empat belas surah. Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). Kecuali satu surah saja, yaitu surah at Taubah. Ia tidak dimulai dengan basmalah. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah, baik dengan tulisan atau bacaan. Karena, dalam masalah Al Qur'an ini, tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan.

Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya, hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya, dan malah hurup-hurupnya--. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?!

Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang, di dalam hati mereka, kecuali Al Qur'an ini, yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang, baik itu lelaki maupun perempuan, yang menghapal Al Qur'an dalam mereka. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin, dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab, namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. Dan salah seorang dari mereka, jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-- niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!, penj.). Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal, karena ia tertulis dengan bukan bahasanya.

Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna, kalimat-kalimat serta lafazh-lafazhnya saja, namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya. Seperti kata mana yang harus madd (panjang), mana yang harus ghunnah (dengung), izhhar (jelas), idgham (digabungkan), ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an".

Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an, masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini, seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r.a., meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Hingga saat ini, tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun, yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu, dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku, media cetak, koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak, bagi Al Qur'an.

Allah SWT menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia, dan jalan yang paling lurus.

"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus." (Al Israa: 9)

"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." ( Al Maaidah: 15-16)

Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, di samping cahaya fithrah dan akal:

"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)." (An Nuur: 35). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya, dalam banyak ayat.

Seperti dalam firman Allah SWT:

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 174)

"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan." (At Taghaabun: 8).

Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firman-Nya:

"Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (Al A'raaf: 157)

Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas, kemudian ia memperjelas yang lain. Ia membuka hal-hal yang samar, menjelaskan hakikat-hakikat, membongkar kebatilan-kebatilan, menolak syubhat (kesamaran), menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan, serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya", dan dia adalah "cahaya yang istimewa", ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain:

"Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)."

Seperti dalam firman Allah SWT:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". (Al Maaidah: 44)

Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu, seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa:

"Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) ." (Al Maidah: 46)

Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya:

"Maha Besar Allah, sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di depannya Karena, saat mentari pagi telah bersinar, ia akan memadamkan pelita-pelita".

Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. Yaitu yang berkaitan dengan pokok-pokok aqidah dan akhlak, sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya, yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahan-tambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu." (Al Maaidah: 48)

Al Qur'an --sebagaimana ia diturunkan oleh Allah SWT-- mempunyai keunggulan-keunggulan yang membuatnya istimewa dibanding kitab suci lainnya. Ia adalah kitab Ilahi, kitab suci yang menjadi mukjizat, kitab yang memberikan penjelasan dan dimudahkan untuk dipahami, kitab suci yang dijamin pemeliharaan keautentikannya, kitab suci bagi agama seluruhnya, kitab bagi seluruh zaman, dan kitab suci bagi seluruh manusia.

Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan yang dibidiknya, di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan, kenabian, dan balasan atas amal perbuatan, serta meluruskan pola pandangan tentang manusia, kemuliaannya dan menjaga hak-haknya, terutama bagi kalangan yang lemah dan tidak berpunya.

Ia juga bertujuan untuk menghubungkan manusia dengan Rabbnya, agar manusia hanya menyembah-Nya semata dan bertaqwa kepada-Nya dalam seluruh urusannya.

Al Qur'an juga bertujuan untuk membersihakan jiwa manusia, yang jika jiwa itu telah bersih niscaya bersih dan baiklah seluruh masyarakat. Dan jika jiwa itu rusak, niscaya rusaklah masyarakat seluruhnya.

Ia juga berusaha membentuk keluarga yang kemudian menjadi pangkal kedirian suatu masyarakat. Juga mengajarkan sikap adil terhadap kalangan perempuan, yang merupakan pokok utama dalam bangunan keluarga.

Al Qur'an juga membangun umat yang saleh, yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia, yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi manusia dan memberikan petunjuk bagi mereka.

Setelah itu, mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri, saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik, serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan permusuhan.

Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya, membaca dan mendengarkannya, serta mentadabburi dan merenungkannya.

Kita juga berkewajiban untuk berlaku baik terhadapnya dengan memahami dan menafsirkannya. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya, memahami rahasia-rahasianya, serta mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya.

Namun yang disayangkan, dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya, yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini, serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan, yang dapat berakibat patal jika dilanggar.

Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat, yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya:

"Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal." (Al Jumu'ah: 5).

Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya, mengerjakan ajarannya, menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu, undang-undang bagi aturan politik, serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT.

Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya, dengan bertumpu --terutama-- pada Al Qur'an itu sendiri, karena ia adalah objek kita, namun ia juga petunjuk itu.

Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-- telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. Mereka berlaku baik dalam memahaminya, mengetahui tujuan-tujuannya, berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka, dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam, serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik, untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia, membebaskan negeri-negeri, memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi, sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik, serta peradaban ilmu dan iman.

Kemudian datang generasi-generasi berikutnya, yang menjadikan Al Qur'an terlupakan, mereka menghapal hurup-hurupnya, namun tidak memperhatikan ajaran-ajarannya. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya, tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an, tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya, namun kafir dengan sebagiannya lagi, seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an, seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an, namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. Seperti difirmankan oleh Allah SWT:

"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat." (Al An'aam: 155)

Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan, ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk:

"Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?." (An Nisaa: 122)

Wednesday, September 03, 2008

Primus Calon Wakil Bupati Subang Terkaya


SUBANG - Calon Wakil Bupati Subang Primus Yustisio adalah kandidat terkaya dibanding 11 calon lainnya dalam Pilkada Subang 2008. Total kekayaan Primus mencapai Rp33.425.500.000.

Ketua KPUD Subang Husen Hardjadinata mengatakan total kekayaan dari enam orang yang dipastikan akan memeriahkan Pilkada Subang Oktober mendatang, nama Primus Yustisio merupakan kandidat tekaya dengan Rp33.425.500.000 plus USD 7.500.

Kekayaan yang dimiliki oleh artis ganteng itu, jauh meninggalkan kekayaan incumbent Eep Hidayat, yaitu Rp1.018.400.981.

"Laporan kekayaan ini sifatnya sementara, atau belum diaudit oleh KPK. Ini baru angka yng disodorokan oleh para calon ke KPU," ujar Husen Hardjadinata, Selasa (2/9/2008).

Pada urutan kedua ditempati oleh Calon Bupati yang menjadi partner Primus, Imas Aryumningsih. Nilai kekayaan Imas yang dilaporkan sebesar Rp23.235.000.000. Sementara kandidat termiskin adalah calon wakil bupati dari incumbent, Ojang Sohandi yakni Rp659.442.300.

Pilkada Subang Resmi Diikuti Enam Kandidat

SUBANG - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Subang resmi menetapkan enam pasangan sebagai calon bupati-wakil bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Subang 26 Oktober.

Penetapan keempat pasangan calon bupati-wakil bupati tersebut dilakukan KPU melalui rapat pleno anggota KPUD dan Tim Kelompok Kerja Pencalonan. Hasil rapat pleno yang berjalan selama dua jam tersebut, tertuang dalam berita acara nomor 131.01/ 499/ BA/KPU-SBG/IX/2008 tentang Penetapan Calon Bupati Subang.

"Setelah memperhatikan dan menilai laporan tim kelompok kerja pencalonan tentang hasil penelitian berkas persyaratan calon berikut lampiran serta administrasi pendukung lain, maka KPU menetapkan enam pasangan calon bupati dan wakil bupati sebagai peserta Pilkada Subang," ujar Ketua KPUD Subang Husen Hardjadinata di Subang, Selasa (2/8/2008).

Keenam kandidat yang ditetapkan adalah pasangan Imas Aryumningsih-Primus Yustisio Bambang Heryanto-Alma Lucyati, Eep Hidayat-Ojang Sohandi, dan Kusbini-Sri Eryanto Kukuh. Sementara dua kandidat lain yang berasal dari jalur independen, yaitu pasangan Ahmad Djuanda-Nandang Sudarajat dan Diding Kurniawan-Hasyim.

"Hari ini KPU hanya menetapakan enam pasangan calon bupati-wakil bupati. Sedangkan penetuan nomor urut akan kita lakukan Rabu 3 September pukul 13.00 WIB," katanya.

Thursday, August 07, 2008

Meals in Indonesia

Breakfast in Indonesia is usually a very big meals ---“nasi goreng”(fried rice), eggs, soup, tomatoes, curry, etc. But nowdays many people just have roasted bread with coffee or milk, or porridge with a hot tea, or jams with honey, or cereals with any kinds of drinks.
For many people lunch is a quick meal. In cities there are a lot of fastfood restaurant where office workerscan choose the kinds of ready to eat food they want. Scholl children uasually have their lunch at the school canteen but some of them just take their meals from home. Their mothers sometimes prepare the meal for them.
The evening meal is dinner or supper. Some families have dinner quite early, between 6:00 and 8:00 p.m. In dinner, the whole members of family usually eat together.
In Indonesia, there are so many kinds of traditional food especially in restaurants, such as Padang food, Sundanese food, Chinese food, European food, Korean food, Japanese food, etc. People can these food in the restaurant area or they can get take away meals people buy the food and then bring it at home to eat. Eating in Indonesia is a matter of choice.

Business : Strategi dan Tips

Kunci keberhasilan dari menjalani sebuah bisnis adalah adanya suatu keinginan atau dorongan untuk meraih, merubah dan atau menghasilkan dari keadaan sebelumnya. Coba kita ingat - ingat kembali prinsip ekonomi yang berbunyi “dengan modal sekecil-kecilnya menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya”. Prinsip ini berlaku bagi para pelaku usaha atau bisnis untuk dijalankan seprofesional mungkin, mengingat bahwa yang namanya pelaku usaha atau bisnis tidaka akan mengenal kata rugi. Mereka selalu mengejar keuntungan atau minimal berada di titik impas yang dikenala dengan Break Event Point (BEP) yaitu suatu tingkatan atau posisi dimana tidak mengalami kerugian atau keuntungan.

Untuk memulai dari kegiatan tersebut diatas diperlukan suatu faktor-faktor atau indikator-indikator penunjang didalam pengaplikasiannya, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah :

  1. Kemampuan (Personal Skill)
  2. Keinginan (Desire)
  3. Capital (modal)
  4. Produk (Product)
  5. Sasaran (Target)
  6. Promosi (pemasaran)

Mungkin poin-poin diatas hanyalah salah satu contoh faktor-faktor atau indikator-indikator untuk menunjang berhasil atau tidaknya seseorang didalam menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan survai atau penelitian yang saya lakukan dalam kehidupan nyata sehari-hari dengan nara sumber yang dapat dipercaya oleh saya selaku control sosial didalam implementasi mereka.

Kembali kepada faktor penunjang diatas dapatlah dijelaskan secara satu persatu, terurai sebagai berikut :

1.1. Kemampuan (Personal Skill)

Faktor kemampuan ini sangat berhubungan erat dengan manusia sebagai pelaku dalam kehiatan ini, dalam artian khusus dapat dikategorikan kedalam faktor sumber daya manusia. Apakah si pelaku ini berkompeten atau tidak dalam menjalaninya. Namun biasanya yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia, kegiatan usaha yang dijalankan berasalkan dari faktor turunan atau warisan dari pendahulunya (orang tuanya). Sehingga kalau saya nilai dan perhatikan agaknya untuk masalah ini kembali lagi saya kembalikan kepada rekan-rekan yang menjadi pemerhati dari permasalahan ini (tidak etis untuk disebutkan secara detail meskipun tidak semua melakukannya)

1.2. Keinginan ( Desire )

Keinginan untuk maju dan menginginkan perubahan dari sebelumnya sudah jelas merupakan tujuan orang untuk melakukan usaha apalagi apabila bidang yang dijalaninya berorientasi pada terpenuhinya keuntungan yang diharapkan. Yang menjadi kunci dari faktor ini adalah minimal adanya suatu upaya yang serius dan konsentrasi penuh dalam pencapaian target keuntungan yang diinginkan. Didalam aplikasinya kata-kata seperti giat, tekun, ulet menjadi bahasa umum.

1.3. Modal (capital)

Modal bisa diperoleh dari penjualan aset yang dinilai sudah tidak produktif lagi atau menjaminkannya kepada pihak kedua (bank) sebagai upaya dalam rangka pemenuhan biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk menjalani aktivitas usaha. Selain itu ada juga yang melakukan jalan dengan mengajukan permohonan kredit kepda bank dengan konsekwensi pinjaman yang diperoleh tidak melebihi batas waktu perhitungan bunga bank yang ditetapkan dan disepakati.

1.4. Produk (product)

Berbicara mengenai masalah produk, inilah yang merupakan faktor terpenting bagi para pelaku usaha. Karena bia telah menghasilkan suatu produk maka produk tersebut bisa dijadikan sebagai trademark atau produk unggulan untuk mencapai sasaran pencapaian target keuntungan. Bila kita memproduksinya secara original tanpa mengimitasi atau mengaplikasi dari produk yang sedang trend maka kita hanyalah sebagai pengikut pangsa pasar dan tidak dapat dikategorikan sebagai pionir market.

1.5. Sasaran (target)

Ditujukan kepada siapa produk yang telah diproduksi tadi, apakah menargetkan anak-anaka sebagai pasar utama atau remaja dan atau juga orang-orang dewasa yang akan menjadi pengguna produk kita. Sasaran yang dapat meningkatkan rating biasanya ditujukan kepada semua orang baik anak-anak maupun dewasa, biasanya produk tersebut dapat berupa produk makanan instan. Mengingat produk makanan instan adalah salah satu produk yang potensial untuk diterjuni. Bisa saja melakukan dengan produksi lainnya namun ahirnya kita akan terpaku pada pola gender consumen dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati produk.

1.6. Pemasaran (promosi)

Yang paling penting atau inti dari permasalahan diatas adalah faktor kemampuan kita melakukan promosi atau pemasaran produk. Namun seiring dengan perkembangan jaman rasa-rasanya untuk sekarang ini tidaklah sulit untuk mengenalkan produk, karena peran teknologi membuatnya semakin mudah. Kita bisa menggunakan media cetak (koran, majalah), media elektronik (radio, televisi) bahkan tidak menutup kemungkinan juga kita bisa menggunakan selebaran pamflet, brosur, spanduk untuk menunjang semuanya. Dan satu lagi yang boleh dibilang sebagai fenomenal marketing dengan menggunakan media internet sebagai langkah untuk mempromosikan produk. Karena pemasaran melalui internet saat ini sedang booming dengan istilah internet business online atau juga internet marketing.

Golf butuh banyak caddie

Banyaknya lapangan golf, khususnya di wilayah jabotabek, membuat peran caddie (pembantu pegolf dilapangan) begitu dibutuhkan. Saat ini di Jabotabek saja tersebar sekitar 30 lapangan golf, dimana setiap lapangannya membutuhkan sekitar 20 caddie. Pemerhati olahraga golf, Subiyakto Tjakrawerdaya, mengatakan kemajuan olahraga tidak lepas dari peran caddie.

“Tidak bisa dipungkiri kalau peran caddie begitu besar terhadap kemajuan olahraga golf. Dengan banyaknya lapangan golf tentu saja menjadi potensi lapangajn pekerjaan baru.” Ujar Subiyakto saat melepas 30 caddie LPK Ilham Mantama di Cimanggis, Kamis (7/8).

Mantan Menteri Koperasi yang didampingi Amar Maruf, Direktur LPK Ilham, itu menambahkan hubungan sinergis antara pegolf dengan caddie akan mempengaruhi penampilan pegolf.

(sumber : Top Skor (8/8) )

Olimpiade, Cina dan makna angka 08

Jumat, 8 Agustus 2008, akan menjadi hari bersejarah buat masyarakat olahraga Cina. Hari ini, sebuah pesta akbar olahraga sedunia dengan slogan “One World One Dream” (Satu dunia satu mimpi), resmi dibuka di Beijing, ibukota Cina. Olimpiade 2008 ini makin memiliki arti karena dibuka pada tanggal, bulan dan tahun yang istimewa (080808). Ketika Cina ditetapkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai tuan rumah padda tujuh tahun lalu, berbagai persiapan serius langsung dilakukan negeri yang dijuluki “Tirai Bambu” itu. Kendati diwarnai dengan berbagai isu Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk berbagai gangguan saat api olimpiade dibawa keliling dunia, masalah itu tidak menyurutkan ambisi Cina dalam menyiapkan hajat olahraga sedunia itu. Negara dengan catatan penduduk paling besar di dunia ini terus berbenah dan hasilnyadalam tujuh tahun masyarakat dunia dibuat terkagum-kagum dengan hasil yang diperlihatkan Cina dan secara teknis praktis tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Cina. Negeri ini memang benar-benar telah siap menyambut dan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008.

Mengapa Cina sangat berambisi menyelenggarakan Olimpiade 2008 ini?!

Pertama ingin menunjukkan kepada dunia inilah olimpiade yang terhebat dari yang pernah digelar sebelumnya.

Kedua mereka ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu dan memiliki segalanya dalam urusan olahraga yang merupakan tekad dari negeri itu.

Adapun biaya yang dianggarkan dan dikeluarkan untuk penyelenggaraan olimpiade ini sekitar 42 miliar dollar US atau setara dengan Rp. 378 triliun, fantastis!!! Cina punya atlet yang mendunia dan prestasi mereka diajang ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dan menjadi perhitungan serius bagi para pesaingnya bahkan untuk ukuran benua asia, mereka menjadi pionir dalam hal prestasi yang diraihnya. Dalam olimpiade terakhir, posisi Cina terus mengalami peningkatan. Tahun 1996 di Atlanta berada di posisi keempat, tahun 2000 di Sidney naik ke posisi ketiga dan terakhir pada tahun 2004 mereka menempati posisi kedua dibawah kekuatan raksasa Amerika Serikat (USA) dengan selisih empat keping medali.

Bagaimana peluang mereka di Olimpiade 2008 ini dan bagaimana juga kans Indonesia pada perhelatan olahraga terakbar ini???!!!! Bisakah Cina menyaingi USA pada olimpiade kali ini, patut jangan kita lewatkan!

BRAVO INDONESIA............... doa kami menyertaimu, junjunglah nilai – nilai sportif.

Sabar, syukur, silaturahmi........................

Derasnya cobaan yang menimpa bukan suatu kutukan atau azab bagi kita tapi menandakan bahwa itu merupakan suatu ujian yang harus dihadapi. Sang Maha Pencipta masih memberikan kasih sayangnya, karena dibalik apa yang dia berikan ada suatu pesan dan pelajaran yang tidak dimiliki oleh orang lain dan diberikannya hal tersebut sepatutnyalah kita sebgai manusia yang diberikan kelebihan olehNya dapat menjawab dan menyimpulkan ada apa dibalik semua ini ???

Mau tak mau, sudi tak sudi kita sendirilah yang menjawab dan menjalankan perintahnya, tinggal sampai dimana tingkat keikhlasan kita dalam menerima semua permasalahan tersebut. Kalau kita menjalaninya dengan hanya menggerutu dan menyesalinya.....ya sudah mending kita mengundurkan diri saja dari indahnya kehdupan.

Sekarang bagaimana cara kita untuk mnyikapi semua permasalahan yang ada pada diri kita??????

Pertanyaan yang mudah namun perlu renungan yang mendalam karena yang akan terjawab bukan untuk hari ini saja tapi juga berlaku untuk esok, lusa dan hari – hari berikutnya nanti. Pada dasarnya jawaban atau kiat yag akan jawab disini umumnya pasti sama dengan orang – orang yang lebih bijak dari saya, karena saya sendiri pun mengambil hikmah dan petuah darinya.

Hanya tiga kata yang dapat meringankan beban penderitaan yang kita miliki, yaitu : sabar, syukur, dan silaturahmi.

Sabar dalam artian kita harus bisa mengendalikan emosi dan hawa nafsu kita tatkala melihat dan mendengar apa yang diperoleh orang disekitar kita. Allah pun berfirman ; “orang yang sabar adalah orang yang disayangi tuhan”.

Bayangkan apabila kita melakukannya dengan yang berlawanan diatas, yang kita peoleh hanyalan gunjingan, bahkan yang lebih sadis lagi kita dikategorikan kedalam lingkungan sampah masyarakat, dan juga dalam melakukan aktivitasnya kita selalu tidak tenang.

Syukur dalam artian kita harus bersyukur karena selain kita mungkin ada orang lain yang lebih dari kita (penderitaannya). Kita harus mensyukuri karena masih diberikan nikmat untuk berfikir, berbicara, kesehatan dan masih bisa melaksanakan aktivitas dengan mudah dan dijauhkan dari gangguan.

Yang paling utama dari inti permasalahan diatas adalah harus bisa menjaga tali silaturahmi diantara manusia yang lainnya. Dengan tali silaturahmi kita bisa merasakan bahwa kita hidup tidak sendiri, bisa saling tolong-menolong dalah hal kebaikan, dan juga bisa mengukur tingkat keberadaan diri kita meskipun Sang Pencipta mengatakan lewat firmannya bahwa semua manusia itu sama, namun yang membedakan itu adalah nasibnya.

Mungkin tiga jawaban diatas yang bisa saya jabarkan, kurang lebihnya saya mohon maaf karena pada dasarnya saya pun sama sedang belajar menyikapi permasalahan diatas.

Saturday, August 02, 2008

PAS Band Leader Of Underground


Pas Band didirikan pada tahun 1994 dengan personil : Yukie (vocal), Richard (drum), Bengbeng (gitar) dan Trisnoize (bass). Kemunculan mereka membuat para pecinta musik khususnya yang beraliran serasa diberika alternatif pilihan baru untuk didengar. Terlebih setelah mini album pertama mereka yang bertitle “for through the sap” beredar di pasaran.

Mini album pertama inilah yang langsung membuat nama mereka melejit dikhalayak penggemarnya, terlebih stelah mereka diberikan kesempatan untuk mangung bersama group band dunia ternama seperti ; Foo Fighter, Sonic Youth dll pada acara Jakarta Pop Alternative Festival. Adapun isi materi lagu dari album for through the sap adalah sbb : Gangster of love, Old fashion sickness, here forever dan dogma.

Kesuksesan tak hanya sampai disana lantas dengan berbekal idealisme tinggi album – album lain pun terlahir seperti :

- in (no) sensation

- indieviduality

- psycho id

- ketika....

- pas 2.0

- stairway to heaven

- romantic, lies and bleeding

Namun didalam perjalanannya pas band sendiripun mengalami pergantian personil, drummer mereka richard digantikan oleh Sandy yang merupakan pentolan dari u’camp. Selain pergantian personel mereka pun mencoba melakukan kolaborasi dengan penyanyi lain macam tere (kesepian kita), andi purpose (musnah), ebith beat a (bandingkan), iday (gladiator), christoper abimanyu (bayangan) dan yang paling fenomenal adalah kemunculan nama reza artamevia dan bunga citra lestari pada lagu getir dan kumerindu pada album stairway to heaven

CHRISTIANO RONALDO, Prestasi dan Prestise

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sepakbola didunia saat ini sudah menjadi bagian dari industri. Dimana untuk meningkatkatkan prestasi sebuah team harus betul-betul didukung oleh financial yang cukup besar. Karena didalam sebuah team itu sendiri terlibat beberapa orang pemain yang mempunyai skill tinggi dan mempunyai nilai harga beli dan harga jual yang tinggi pula.
Mengapa hal tersebut diatas menjadi topik utama dalam perkembangan sepakbola modern saat ini. Ini diakibatkan terjadinya perubahan status menjadi profesional penuh dimana olah raga sepakbola ini dijadikan lahan profesi bagi orang yang menggelutinya. Dengan asumsi “jika seorang pemain mempunyai skill yang baik ditunjang dengan pengaruh yang tinggi terhadap kontribusi tim, maka pemain tersebut merupakan pemain yang profesional dan berbanderol tinggi”
Contoh dari kasus diatas dapat digambarkan oleh hadirnya sosok seorang CHRISTIANO RONALDO, pemain muda berkebangsaan Portugal ini begitu mendaratkan kaki di negara asal sepakbola yaitu Inggris yang terkenal sistem kompetisi sepakbolanya yang sportif dan merupakan kompetisi terbesar di dunia selain Italia, Spanyol, Belanda, Jerman dan negara Eropa lainnya langsung dapat merebut perhatian pengamat serta pemerhati sepakbola di penjuru dunia khususnya di Inggris itu sendiri.
Sosok yang Christiano Ronaldo yang masih belia ditunjang oleh skill individu yang tinggi berhasil mengalahkan kharisma pemain-pemain bintang liga Inggris lainnya yang sudah malang melintang di English Premier League. Ditambah dengan paras wajah tampannya maka semakin lengkaplah dia menjadi selebriti baru di kanvcah persepakbolaan Inggris.
Beruntung Manchester United dibawah asuhan Alex Ferguson yang dikenal mampu melahirkan bintang-bintang sepakbola muda berkualitas tinggi memilikinya, karena pada waktu itu sebagian besar klub-klub sepakbola di Eropa tertuju pada bintang-bintang sepakbola yang sudah terkenal sebelumnya macam ; Dennis Bergkamp, Ruud van Nistelrooy, Jhon Terry, Frank Lampard, Thieri Henry dan yang lainnya. Manchester United pun berjaya disemua level kompetisi Eropa, inilah mungkin bukti bahwa betapa pentingnya pemain-pemain bintang ditopang manager/pelatih genius untuk membangun prestise klub.
Namun setelah semuanya berlalu, lantas profesionalisme seorang pemain mulai melakukan manuver-manuver agar dia bisa mendapatkan materi yang lebih tinggi dengan memberikan komentar slah satunya ingin merasakan tantangan baru hingga akhirnya terjadilah peperangan untuk mempertahankan dan meraih si pemain dengan iming-iming nilai yang fantastis bahkan menciptakan rekor baru.
Dari ulasan diatas disimpulkan bahwa sepakbola merupakan industri yang tiada henti bahkan merupakan suatu lahan potensial bagi berkembangnya ekonomi karena semua pihak yang ingin berinvestasi dan meraih keuntungan sebesar-besarnya akan larut dalam dunia tersebut. Yang jadi satu pertanyaan, kapankah Indonesia akan menjelma seperti itu??? Atau mungkin minimal menciptakan sistem kompetisi yang fair dan enak untuk disimak.

Thursday, July 31, 2008

Money and Career, Cara Meraihnya (Google Adsense)

Money and Career (Uang dan Pekerjaan) merupakan kata yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini. Karena bagi setiap orang yang mengejar dunia ini, dua kata itulah yang selama ini dicari. Ada anggapan bahwa apabila sudah mendapatkannya hidup ini menjadi indah dan nikmat, karena untuk melakukan segala sesuatunya akan menjadi mudah.
Adapun cara meraihnya mungkin setiap orang akan berbeda-beda, ada yang melakukannya dengan mudah bahkan ada juga yang melakukannya dengan jalan harus merangkak dulu dari bawah untuk kemudian mendapatkannya setelah lama berjuang dan berharap.
Sekarang ini, ada salah satu cara untuk mendapatkan 2 hal tersebut dengan mudah namun tetap kemampuan dari si pencari tersebut mutlak dipersyaratkan. Minimal harus menguasai komputer sebagai sarana untuk mendapatkan dan meraih apa yang diinginkan. Yang menjadi pertanyaan, Apakah itu???
Seiring dengan perkembangan jaman khususnya di dunia teknologi (komputer) melalui internetnya, kalau kita serius, tekun, giat berlatih dan jeli ada salah satu kesempatan yang mungkin bisa merubah dari segi kehidupan. Yaitu dengan mengikuti program yang sedang booming, yaitu dengan mengikuti program Affiliasi Marketing.
Affiliasi Marketing ini sudah berjalan dan berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, Salah satu nya adalah GOOGLE. Dengan Google Adsensenya, si pengguna akan dibawa kedunia internet marketing yang dapat diikuti dengan mudah dan setelah kita tergabung dan melakukannya kita akan diberikan suatu komisi yang lumayan besar.
Bagaimana cara mendaftar dan meraih komisinya, silahkan kunjungi http:\\www.google.com/adsense
dengan syarat kita harus mempunyai account google terlebih dahulu yaitu membuat email google (gmail).

PILKADA DAN PEMBANGUNAN

Seiring dengan berkembangnya perubahan demokrasi di negara Republik Indonesia, hingga akhirnya apa yang diharapkan oleh khalayak masyarakat yang menginginkan untuk memilih langsung para pemimpinnya sendiri terwujudkan.
Terwujudnya proses tersebut tidak terlepas dari gigihnya perjuangan para tokoh-tokoh reformasi dan pakar-pakar politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.
Namun-namun apa dikata perjuangan-perjuangan, pemikiran-pemikiran suci untuk membentuk kembali Indonesia yang katanya sudah terpuruk tidak menghasilkan apa-apa, bahkan dengan sedih saya katakan bahwa hanya keterpurukan kembali bagi bangsa yang dulunya dikenal sebagai macan asia.
Semua kebijakan-kebijakan yang terjadi hanya menimbulkan beban bagi rakyat, bbm dan listrik tak lagi murah, pembangunan terhambat oleh pepesan-pepesan kosong dan kebohongan-kebohongan dari janji yang diingkari.
Akan dibawa kemana negeri ini?....Tak ada yang harus dibanggakan....

Saturday, July 26, 2008

MUSIC IS THE UNIVERSAL LANGUAGE

Music....ya, the people can say if the music is the the universal languge. Cause....with the music all the expresion can be a glad and free. The heavy metal is leader for it. and metallica be a sample the genre music of heavy metal. Until now I'm still a big Metallica Fan.
Thank's METALLICA

Tuesday, July 15, 2008

Dolphins The Cleverest Animal.


For many years people believed that the cleverest animal after an were the chimpanzess. Now, however, there is proof that dolphins may be even cleverer than these big apes.

Although a dolphin lives in the sea, it is not a fish. It is a mammal. It is in many ways, therefore, like a human being.

Dholpins have a simple language. They are able to talk to one anothr. It may be possible for man to learn how to talk to dolphins. But, this will not be asy because dolphins cannot hear the kind of sounds man can make. If ma wants to talk to dolphins, therefore, he will have to make a third language which both he and the dolphins can understand.

Dolphins are also very friendly toward man. They often follow ships. There are man stories about dolphins guiding ships through difficult and dangerous waters.

The story of Albert Einstein

Albert Einstein is one of the biggest physics expert in the world. He was born on March 18th 1879 in Ulm, Wuttenberg Germany. His father name is Mr. Herman, and his mother is Mrs. Paulina Koch. His father has a small electric company. A year after Einstein’s born, his family moved to Munich Germany.

At the elementery school, Einstein was not clever. Sometime he disobeyed the scholl regulations. He didn’t like any lessons except physics and mathematics. At the age of 21, Einstein studied at polytechnic Institute in Zurich Swiss and two years later, he got his first job to become a teacher.

Einstein married with Mileva Marrie at 1903. But it did not last too long. They divorced because his wife did not want to follow him to Germany.

Einstein discovered relativity theory at 1916. He got a physics nobel at 1921 in discovering E = mc2 formula.

At April 18th 1955 Einstein died in New Jersey USA. Albert Einstein, the finder of atomic bomb is a peace lover.

Monday, July 14, 2008

BALI THE BEAUTIFULL LAND

The SW monsoon rain that comes off of the Indian Ocean delivers 2 meters of rainfall to the south of Bali each year. Wet season storms quickly dump their load, followed by, blazing sunshine and blue skies. Bali’s rivers and man-made waterways carry nutrient rich water down mountain slopes in Amlapura, Klungkung, Gianyar, Tabanan and Badung. Rice farmers having sculpted terraced ricefields which are both pleasing to the eye and productive for the local people. These ricefields (sawah) produce vast quanities of rice, seen on ripening stalk and called padi. One hectare of sawah requires 1 million liters of fresh water per year.

Balinese farmers have learned over centuries how to manage the flow of water, connecting sawah with underground pipes made from bamboo, which can be controlled. Coordinated rice planting means the entire population of a water course can plant and reap year round, multiple times. The success the Balinese rice farmers have had is directly related to the richness of the culture, allowing people to live healthy lives and have enough time for complex ceremonies and artisitic pursuits. Tabanan to the west of Denpasar is the most productive rice producing region in Bali and is home to Jatiluwih, a World Heritage site, which is a scenic section of small valleys of sawah.

Heading inland from the south coust, the elevation increases rapidly. Cooler weather and land which is unsuitable for terracing is used for cultivating bananas, cloves, cocoa, vanilla and coffee. The Dutch had a strong hand in some of these years ago. Venturing into the highlands you will also discover local fruits such as durian, the pungent ‘king of fruits’, rambutan, snake fruit (salak) and mangosteen, which Queen Victoria was particulary fond of. She should of tried sawo, the sweet, bread-flavoured, kiwi-like fruit.

The mid-elavations and highlands of Bali have developed a form of agroforestry, which is a semi-natural, man-made forest populated by a diverse selection of plants. With the rich volcanic soil that Bali has, fertilizers do not need to be used. For a westerner living in the highlands, this represents a great opportunity to try your own crops or take advantage of all the great local produce. The growing demand for salad items, not traditionally eaten by Indonesians, but driven by the hotel, resort, restaurant scene on the southern coast, means a whole host of great food is available.

When the highland areas of the mountain lakes are reached, grey clouds are present most of the time, local people wearing sweaters and hat. Rainfall in these areas is around 3 meters a year. In the highest elevations, which are the slopes of Gunung Agung and Gunung Batukaru, montane forests, complete with giant ferns and other cool climate flora are abundant.

Older visitors to Bali who may not appreciate the searing sunlight and stramy temperatures of the coastal areas, amy enjoy the peaceful beauty of central highlands. Areas such as Sanda, Bedugal, Munduk, Batukaru and Kintamani offer a different experience, one that can be rewarding with your own transport and a little time.

AIR POLLUTION


Air pollution is the human introduction into the atmosphere of chemicals, particulate matter, or biological materials that cause harm or discomfort to humans or other living organisms, or damages the environment. Air pollution causes deaths and respiratory disease. Air pollution is often identified with major stationary sources, but the greatest source of emissions is mobile sources, mainly automobiles. Gases such as carbon dioxide, which contribute to global warming, have recently gained recognition as pollutants by climate scientists, while they also recognize that carbon dioxide is essential for plant life through photosynthesis.

The atmosphere is a complex, dynamic natural gaseous system that is essential to support life on planet Earth. Stratospheric ozone depletion due to air pollution has long been recognized as a threat to human health as well as to the Earth's ecosystems.

GLOBAL WARMING

Global warming and environmental issues have never been so covered in the media. It needs to be talked about. People are beginning to realize that something must be done to help stop the ill effects of pollution and environmental irresponsibility. Do you know what you can do to help your own environment and save the planet? The most simple little gestures can have a huge impact on your quality of life, your health and your finances. Our environmental game, Global Warning, will teach you and your family easy tips that can make a big difference in the world. Will you be part of the problem or part of the solution? We hope you choose the latter...for your sake, your friends and family's sake and for future.