Thursday, August 07, 2008

Meals in Indonesia

Breakfast in Indonesia is usually a very big meals ---“nasi goreng”(fried rice), eggs, soup, tomatoes, curry, etc. But nowdays many people just have roasted bread with coffee or milk, or porridge with a hot tea, or jams with honey, or cereals with any kinds of drinks.
For many people lunch is a quick meal. In cities there are a lot of fastfood restaurant where office workerscan choose the kinds of ready to eat food they want. Scholl children uasually have their lunch at the school canteen but some of them just take their meals from home. Their mothers sometimes prepare the meal for them.
The evening meal is dinner or supper. Some families have dinner quite early, between 6:00 and 8:00 p.m. In dinner, the whole members of family usually eat together.
In Indonesia, there are so many kinds of traditional food especially in restaurants, such as Padang food, Sundanese food, Chinese food, European food, Korean food, Japanese food, etc. People can these food in the restaurant area or they can get take away meals people buy the food and then bring it at home to eat. Eating in Indonesia is a matter of choice.

Business : Strategi dan Tips

Kunci keberhasilan dari menjalani sebuah bisnis adalah adanya suatu keinginan atau dorongan untuk meraih, merubah dan atau menghasilkan dari keadaan sebelumnya. Coba kita ingat - ingat kembali prinsip ekonomi yang berbunyi “dengan modal sekecil-kecilnya menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya”. Prinsip ini berlaku bagi para pelaku usaha atau bisnis untuk dijalankan seprofesional mungkin, mengingat bahwa yang namanya pelaku usaha atau bisnis tidaka akan mengenal kata rugi. Mereka selalu mengejar keuntungan atau minimal berada di titik impas yang dikenala dengan Break Event Point (BEP) yaitu suatu tingkatan atau posisi dimana tidak mengalami kerugian atau keuntungan.

Untuk memulai dari kegiatan tersebut diatas diperlukan suatu faktor-faktor atau indikator-indikator penunjang didalam pengaplikasiannya, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah :

  1. Kemampuan (Personal Skill)
  2. Keinginan (Desire)
  3. Capital (modal)
  4. Produk (Product)
  5. Sasaran (Target)
  6. Promosi (pemasaran)

Mungkin poin-poin diatas hanyalah salah satu contoh faktor-faktor atau indikator-indikator untuk menunjang berhasil atau tidaknya seseorang didalam menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan survai atau penelitian yang saya lakukan dalam kehidupan nyata sehari-hari dengan nara sumber yang dapat dipercaya oleh saya selaku control sosial didalam implementasi mereka.

Kembali kepada faktor penunjang diatas dapatlah dijelaskan secara satu persatu, terurai sebagai berikut :

1.1. Kemampuan (Personal Skill)

Faktor kemampuan ini sangat berhubungan erat dengan manusia sebagai pelaku dalam kehiatan ini, dalam artian khusus dapat dikategorikan kedalam faktor sumber daya manusia. Apakah si pelaku ini berkompeten atau tidak dalam menjalaninya. Namun biasanya yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia, kegiatan usaha yang dijalankan berasalkan dari faktor turunan atau warisan dari pendahulunya (orang tuanya). Sehingga kalau saya nilai dan perhatikan agaknya untuk masalah ini kembali lagi saya kembalikan kepada rekan-rekan yang menjadi pemerhati dari permasalahan ini (tidak etis untuk disebutkan secara detail meskipun tidak semua melakukannya)

1.2. Keinginan ( Desire )

Keinginan untuk maju dan menginginkan perubahan dari sebelumnya sudah jelas merupakan tujuan orang untuk melakukan usaha apalagi apabila bidang yang dijalaninya berorientasi pada terpenuhinya keuntungan yang diharapkan. Yang menjadi kunci dari faktor ini adalah minimal adanya suatu upaya yang serius dan konsentrasi penuh dalam pencapaian target keuntungan yang diinginkan. Didalam aplikasinya kata-kata seperti giat, tekun, ulet menjadi bahasa umum.

1.3. Modal (capital)

Modal bisa diperoleh dari penjualan aset yang dinilai sudah tidak produktif lagi atau menjaminkannya kepada pihak kedua (bank) sebagai upaya dalam rangka pemenuhan biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk menjalani aktivitas usaha. Selain itu ada juga yang melakukan jalan dengan mengajukan permohonan kredit kepda bank dengan konsekwensi pinjaman yang diperoleh tidak melebihi batas waktu perhitungan bunga bank yang ditetapkan dan disepakati.

1.4. Produk (product)

Berbicara mengenai masalah produk, inilah yang merupakan faktor terpenting bagi para pelaku usaha. Karena bia telah menghasilkan suatu produk maka produk tersebut bisa dijadikan sebagai trademark atau produk unggulan untuk mencapai sasaran pencapaian target keuntungan. Bila kita memproduksinya secara original tanpa mengimitasi atau mengaplikasi dari produk yang sedang trend maka kita hanyalah sebagai pengikut pangsa pasar dan tidak dapat dikategorikan sebagai pionir market.

1.5. Sasaran (target)

Ditujukan kepada siapa produk yang telah diproduksi tadi, apakah menargetkan anak-anaka sebagai pasar utama atau remaja dan atau juga orang-orang dewasa yang akan menjadi pengguna produk kita. Sasaran yang dapat meningkatkan rating biasanya ditujukan kepada semua orang baik anak-anak maupun dewasa, biasanya produk tersebut dapat berupa produk makanan instan. Mengingat produk makanan instan adalah salah satu produk yang potensial untuk diterjuni. Bisa saja melakukan dengan produksi lainnya namun ahirnya kita akan terpaku pada pola gender consumen dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati produk.

1.6. Pemasaran (promosi)

Yang paling penting atau inti dari permasalahan diatas adalah faktor kemampuan kita melakukan promosi atau pemasaran produk. Namun seiring dengan perkembangan jaman rasa-rasanya untuk sekarang ini tidaklah sulit untuk mengenalkan produk, karena peran teknologi membuatnya semakin mudah. Kita bisa menggunakan media cetak (koran, majalah), media elektronik (radio, televisi) bahkan tidak menutup kemungkinan juga kita bisa menggunakan selebaran pamflet, brosur, spanduk untuk menunjang semuanya. Dan satu lagi yang boleh dibilang sebagai fenomenal marketing dengan menggunakan media internet sebagai langkah untuk mempromosikan produk. Karena pemasaran melalui internet saat ini sedang booming dengan istilah internet business online atau juga internet marketing.

Golf butuh banyak caddie

Banyaknya lapangan golf, khususnya di wilayah jabotabek, membuat peran caddie (pembantu pegolf dilapangan) begitu dibutuhkan. Saat ini di Jabotabek saja tersebar sekitar 30 lapangan golf, dimana setiap lapangannya membutuhkan sekitar 20 caddie. Pemerhati olahraga golf, Subiyakto Tjakrawerdaya, mengatakan kemajuan olahraga tidak lepas dari peran caddie.

“Tidak bisa dipungkiri kalau peran caddie begitu besar terhadap kemajuan olahraga golf. Dengan banyaknya lapangan golf tentu saja menjadi potensi lapangajn pekerjaan baru.” Ujar Subiyakto saat melepas 30 caddie LPK Ilham Mantama di Cimanggis, Kamis (7/8).

Mantan Menteri Koperasi yang didampingi Amar Maruf, Direktur LPK Ilham, itu menambahkan hubungan sinergis antara pegolf dengan caddie akan mempengaruhi penampilan pegolf.

(sumber : Top Skor (8/8) )

Olimpiade, Cina dan makna angka 08

Jumat, 8 Agustus 2008, akan menjadi hari bersejarah buat masyarakat olahraga Cina. Hari ini, sebuah pesta akbar olahraga sedunia dengan slogan “One World One Dream” (Satu dunia satu mimpi), resmi dibuka di Beijing, ibukota Cina. Olimpiade 2008 ini makin memiliki arti karena dibuka pada tanggal, bulan dan tahun yang istimewa (080808). Ketika Cina ditetapkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai tuan rumah padda tujuh tahun lalu, berbagai persiapan serius langsung dilakukan negeri yang dijuluki “Tirai Bambu” itu. Kendati diwarnai dengan berbagai isu Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk berbagai gangguan saat api olimpiade dibawa keliling dunia, masalah itu tidak menyurutkan ambisi Cina dalam menyiapkan hajat olahraga sedunia itu. Negara dengan catatan penduduk paling besar di dunia ini terus berbenah dan hasilnyadalam tujuh tahun masyarakat dunia dibuat terkagum-kagum dengan hasil yang diperlihatkan Cina dan secara teknis praktis tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari Cina. Negeri ini memang benar-benar telah siap menyambut dan menjadi tuan rumah Olimpiade 2008.

Mengapa Cina sangat berambisi menyelenggarakan Olimpiade 2008 ini?!

Pertama ingin menunjukkan kepada dunia inilah olimpiade yang terhebat dari yang pernah digelar sebelumnya.

Kedua mereka ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mampu dan memiliki segalanya dalam urusan olahraga yang merupakan tekad dari negeri itu.

Adapun biaya yang dianggarkan dan dikeluarkan untuk penyelenggaraan olimpiade ini sekitar 42 miliar dollar US atau setara dengan Rp. 378 triliun, fantastis!!! Cina punya atlet yang mendunia dan prestasi mereka diajang ini terus mengalami peningkatan yang signifikan dan menjadi perhitungan serius bagi para pesaingnya bahkan untuk ukuran benua asia, mereka menjadi pionir dalam hal prestasi yang diraihnya. Dalam olimpiade terakhir, posisi Cina terus mengalami peningkatan. Tahun 1996 di Atlanta berada di posisi keempat, tahun 2000 di Sidney naik ke posisi ketiga dan terakhir pada tahun 2004 mereka menempati posisi kedua dibawah kekuatan raksasa Amerika Serikat (USA) dengan selisih empat keping medali.

Bagaimana peluang mereka di Olimpiade 2008 ini dan bagaimana juga kans Indonesia pada perhelatan olahraga terakbar ini???!!!! Bisakah Cina menyaingi USA pada olimpiade kali ini, patut jangan kita lewatkan!

BRAVO INDONESIA............... doa kami menyertaimu, junjunglah nilai – nilai sportif.

Sabar, syukur, silaturahmi........................

Derasnya cobaan yang menimpa bukan suatu kutukan atau azab bagi kita tapi menandakan bahwa itu merupakan suatu ujian yang harus dihadapi. Sang Maha Pencipta masih memberikan kasih sayangnya, karena dibalik apa yang dia berikan ada suatu pesan dan pelajaran yang tidak dimiliki oleh orang lain dan diberikannya hal tersebut sepatutnyalah kita sebgai manusia yang diberikan kelebihan olehNya dapat menjawab dan menyimpulkan ada apa dibalik semua ini ???

Mau tak mau, sudi tak sudi kita sendirilah yang menjawab dan menjalankan perintahnya, tinggal sampai dimana tingkat keikhlasan kita dalam menerima semua permasalahan tersebut. Kalau kita menjalaninya dengan hanya menggerutu dan menyesalinya.....ya sudah mending kita mengundurkan diri saja dari indahnya kehdupan.

Sekarang bagaimana cara kita untuk mnyikapi semua permasalahan yang ada pada diri kita??????

Pertanyaan yang mudah namun perlu renungan yang mendalam karena yang akan terjawab bukan untuk hari ini saja tapi juga berlaku untuk esok, lusa dan hari – hari berikutnya nanti. Pada dasarnya jawaban atau kiat yag akan jawab disini umumnya pasti sama dengan orang – orang yang lebih bijak dari saya, karena saya sendiri pun mengambil hikmah dan petuah darinya.

Hanya tiga kata yang dapat meringankan beban penderitaan yang kita miliki, yaitu : sabar, syukur, dan silaturahmi.

Sabar dalam artian kita harus bisa mengendalikan emosi dan hawa nafsu kita tatkala melihat dan mendengar apa yang diperoleh orang disekitar kita. Allah pun berfirman ; “orang yang sabar adalah orang yang disayangi tuhan”.

Bayangkan apabila kita melakukannya dengan yang berlawanan diatas, yang kita peoleh hanyalan gunjingan, bahkan yang lebih sadis lagi kita dikategorikan kedalam lingkungan sampah masyarakat, dan juga dalam melakukan aktivitasnya kita selalu tidak tenang.

Syukur dalam artian kita harus bersyukur karena selain kita mungkin ada orang lain yang lebih dari kita (penderitaannya). Kita harus mensyukuri karena masih diberikan nikmat untuk berfikir, berbicara, kesehatan dan masih bisa melaksanakan aktivitas dengan mudah dan dijauhkan dari gangguan.

Yang paling utama dari inti permasalahan diatas adalah harus bisa menjaga tali silaturahmi diantara manusia yang lainnya. Dengan tali silaturahmi kita bisa merasakan bahwa kita hidup tidak sendiri, bisa saling tolong-menolong dalah hal kebaikan, dan juga bisa mengukur tingkat keberadaan diri kita meskipun Sang Pencipta mengatakan lewat firmannya bahwa semua manusia itu sama, namun yang membedakan itu adalah nasibnya.

Mungkin tiga jawaban diatas yang bisa saya jabarkan, kurang lebihnya saya mohon maaf karena pada dasarnya saya pun sama sedang belajar menyikapi permasalahan diatas.

Saturday, August 02, 2008

PAS Band Leader Of Underground


Pas Band didirikan pada tahun 1994 dengan personil : Yukie (vocal), Richard (drum), Bengbeng (gitar) dan Trisnoize (bass). Kemunculan mereka membuat para pecinta musik khususnya yang beraliran serasa diberika alternatif pilihan baru untuk didengar. Terlebih setelah mini album pertama mereka yang bertitle “for through the sap” beredar di pasaran.

Mini album pertama inilah yang langsung membuat nama mereka melejit dikhalayak penggemarnya, terlebih stelah mereka diberikan kesempatan untuk mangung bersama group band dunia ternama seperti ; Foo Fighter, Sonic Youth dll pada acara Jakarta Pop Alternative Festival. Adapun isi materi lagu dari album for through the sap adalah sbb : Gangster of love, Old fashion sickness, here forever dan dogma.

Kesuksesan tak hanya sampai disana lantas dengan berbekal idealisme tinggi album – album lain pun terlahir seperti :

- in (no) sensation

- indieviduality

- psycho id

- ketika....

- pas 2.0

- stairway to heaven

- romantic, lies and bleeding

Namun didalam perjalanannya pas band sendiripun mengalami pergantian personil, drummer mereka richard digantikan oleh Sandy yang merupakan pentolan dari u’camp. Selain pergantian personel mereka pun mencoba melakukan kolaborasi dengan penyanyi lain macam tere (kesepian kita), andi purpose (musnah), ebith beat a (bandingkan), iday (gladiator), christoper abimanyu (bayangan) dan yang paling fenomenal adalah kemunculan nama reza artamevia dan bunga citra lestari pada lagu getir dan kumerindu pada album stairway to heaven

CHRISTIANO RONALDO, Prestasi dan Prestise

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sepakbola didunia saat ini sudah menjadi bagian dari industri. Dimana untuk meningkatkatkan prestasi sebuah team harus betul-betul didukung oleh financial yang cukup besar. Karena didalam sebuah team itu sendiri terlibat beberapa orang pemain yang mempunyai skill tinggi dan mempunyai nilai harga beli dan harga jual yang tinggi pula.
Mengapa hal tersebut diatas menjadi topik utama dalam perkembangan sepakbola modern saat ini. Ini diakibatkan terjadinya perubahan status menjadi profesional penuh dimana olah raga sepakbola ini dijadikan lahan profesi bagi orang yang menggelutinya. Dengan asumsi “jika seorang pemain mempunyai skill yang baik ditunjang dengan pengaruh yang tinggi terhadap kontribusi tim, maka pemain tersebut merupakan pemain yang profesional dan berbanderol tinggi”
Contoh dari kasus diatas dapat digambarkan oleh hadirnya sosok seorang CHRISTIANO RONALDO, pemain muda berkebangsaan Portugal ini begitu mendaratkan kaki di negara asal sepakbola yaitu Inggris yang terkenal sistem kompetisi sepakbolanya yang sportif dan merupakan kompetisi terbesar di dunia selain Italia, Spanyol, Belanda, Jerman dan negara Eropa lainnya langsung dapat merebut perhatian pengamat serta pemerhati sepakbola di penjuru dunia khususnya di Inggris itu sendiri.
Sosok yang Christiano Ronaldo yang masih belia ditunjang oleh skill individu yang tinggi berhasil mengalahkan kharisma pemain-pemain bintang liga Inggris lainnya yang sudah malang melintang di English Premier League. Ditambah dengan paras wajah tampannya maka semakin lengkaplah dia menjadi selebriti baru di kanvcah persepakbolaan Inggris.
Beruntung Manchester United dibawah asuhan Alex Ferguson yang dikenal mampu melahirkan bintang-bintang sepakbola muda berkualitas tinggi memilikinya, karena pada waktu itu sebagian besar klub-klub sepakbola di Eropa tertuju pada bintang-bintang sepakbola yang sudah terkenal sebelumnya macam ; Dennis Bergkamp, Ruud van Nistelrooy, Jhon Terry, Frank Lampard, Thieri Henry dan yang lainnya. Manchester United pun berjaya disemua level kompetisi Eropa, inilah mungkin bukti bahwa betapa pentingnya pemain-pemain bintang ditopang manager/pelatih genius untuk membangun prestise klub.
Namun setelah semuanya berlalu, lantas profesionalisme seorang pemain mulai melakukan manuver-manuver agar dia bisa mendapatkan materi yang lebih tinggi dengan memberikan komentar slah satunya ingin merasakan tantangan baru hingga akhirnya terjadilah peperangan untuk mempertahankan dan meraih si pemain dengan iming-iming nilai yang fantastis bahkan menciptakan rekor baru.
Dari ulasan diatas disimpulkan bahwa sepakbola merupakan industri yang tiada henti bahkan merupakan suatu lahan potensial bagi berkembangnya ekonomi karena semua pihak yang ingin berinvestasi dan meraih keuntungan sebesar-besarnya akan larut dalam dunia tersebut. Yang jadi satu pertanyaan, kapankah Indonesia akan menjelma seperti itu??? Atau mungkin minimal menciptakan sistem kompetisi yang fair dan enak untuk disimak.