Kunci keberhasilan dari menjalani sebuah bisnis adalah adanya suatu keinginan atau dorongan untuk meraih, merubah dan atau menghasilkan dari keadaan sebelumnya. Coba kita ingat - ingat kembali prinsip ekonomi yang berbunyi “dengan modal sekecil-kecilnya menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya”. Prinsip ini berlaku bagi para pelaku usaha atau bisnis untuk dijalankan seprofesional mungkin, mengingat bahwa yang namanya pelaku usaha atau bisnis tidaka akan mengenal kata rugi. Mereka selalu mengejar keuntungan atau minimal berada di titik impas yang dikenala dengan Break Event Point (BEP) yaitu suatu tingkatan atau posisi dimana tidak mengalami kerugian atau keuntungan.
Untuk memulai dari kegiatan tersebut diatas diperlukan suatu faktor-faktor atau indikator-indikator penunjang didalam pengaplikasiannya, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut adalah :
- Kemampuan (Personal Skill)
- Keinginan (Desire)
- Capital (modal)
- Produk (Product)
- Sasaran (Target)
- Promosi (pemasaran)
Mungkin poin-poin diatas hanyalah salah satu contoh faktor-faktor atau indikator-indikator untuk menunjang berhasil atau tidaknya seseorang didalam menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan survai atau penelitian yang saya lakukan dalam kehidupan nyata sehari-hari dengan nara sumber yang dapat dipercaya oleh saya selaku control sosial didalam implementasi mereka.
Kembali kepada faktor penunjang diatas dapatlah dijelaskan secara satu persatu, terurai sebagai berikut :
1.1. Kemampuan (Personal Skill)
Faktor kemampuan ini sangat berhubungan erat dengan manusia sebagai pelaku dalam kehiatan ini, dalam artian khusus dapat dikategorikan kedalam faktor sumber daya manusia. Apakah si pelaku ini berkompeten atau tidak dalam menjalaninya. Namun biasanya yang terjadi saat ini khususnya di Indonesia, kegiatan usaha yang dijalankan berasalkan dari faktor turunan atau warisan dari pendahulunya (orang tuanya). Sehingga kalau saya nilai dan perhatikan agaknya untuk masalah ini kembali lagi saya kembalikan kepada rekan-rekan yang menjadi pemerhati dari permasalahan ini (tidak etis untuk disebutkan secara detail meskipun tidak semua melakukannya)
1.2. Keinginan ( Desire )
Keinginan untuk maju dan menginginkan perubahan dari sebelumnya sudah jelas merupakan tujuan orang untuk melakukan usaha apalagi apabila bidang yang dijalaninya berorientasi pada terpenuhinya keuntungan yang diharapkan. Yang menjadi kunci dari faktor ini adalah minimal adanya suatu upaya yang serius dan konsentrasi penuh dalam pencapaian target keuntungan yang diinginkan. Didalam aplikasinya kata-kata seperti giat, tekun, ulet menjadi bahasa umum.
1.3. Modal (capital)
Modal bisa diperoleh dari penjualan aset yang dinilai sudah tidak produktif lagi atau menjaminkannya kepada pihak kedua (bank) sebagai upaya dalam rangka pemenuhan biaya operasional yang akan dikeluarkan untuk menjalani aktivitas usaha. Selain itu ada juga yang melakukan jalan dengan mengajukan permohonan kredit kepda bank dengan konsekwensi pinjaman yang diperoleh tidak melebihi batas waktu perhitungan bunga bank yang ditetapkan dan disepakati.
1.4. Produk (product)
Berbicara mengenai masalah produk, inilah yang merupakan faktor terpenting bagi para pelaku usaha. Karena bia telah menghasilkan suatu produk maka produk tersebut bisa dijadikan sebagai trademark atau produk unggulan untuk mencapai sasaran pencapaian target keuntungan. Bila kita memproduksinya secara original tanpa mengimitasi atau mengaplikasi dari produk yang sedang trend maka kita hanyalah sebagai pengikut pangsa pasar dan tidak dapat dikategorikan sebagai pionir market.
1.5. Sasaran (target)
Ditujukan kepada siapa produk yang telah diproduksi tadi, apakah menargetkan anak-anaka sebagai pasar utama atau remaja dan atau juga orang-orang dewasa yang akan menjadi pengguna produk kita. Sasaran yang dapat meningkatkan rating biasanya ditujukan kepada semua orang baik anak-anak maupun dewasa, biasanya produk tersebut dapat berupa produk makanan instan. Mengingat produk makanan instan adalah salah satu produk yang potensial untuk diterjuni. Bisa saja melakukan dengan produksi lainnya namun ahirnya kita akan terpaku pada pola gender consumen dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmati produk.
1.6. Pemasaran (promosi)
Yang paling penting atau inti dari permasalahan diatas adalah faktor kemampuan kita melakukan promosi atau pemasaran produk. Namun seiring dengan perkembangan jaman rasa-rasanya untuk sekarang ini tidaklah sulit untuk mengenalkan produk, karena peran teknologi membuatnya semakin mudah. Kita bisa menggunakan media cetak (koran, majalah), media elektronik (radio, televisi) bahkan tidak menutup kemungkinan juga kita bisa menggunakan selebaran pamflet, brosur, spanduk untuk menunjang semuanya. Dan satu lagi yang boleh dibilang sebagai fenomenal marketing dengan menggunakan media internet sebagai langkah untuk mempromosikan produk. Karena pemasaran melalui internet saat ini sedang booming dengan istilah internet business online atau juga internet marketing.